GUNUNGKIDUL – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Gunungkidul meningkat dua kali lipat pada tahun 2016 dan warga diimbau untuk waspada karena potensi penyebaran penyakit ini pun meningkat seiring perubahan cuaca yang tak menentu.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Agus Prihastoro mengatakan hingga kini tercatat sebanyak 1.081 kasus dengan empat orang meninggal. “Hingga sekarang sudah 1.081 kasus DBD tercatat, jumlah ini meningkat dari tahun 2015 lalu,” ujarnya, dilansir PR, Selasa (13/12/2016).
Pihaknya mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap meningkatnya resiko penyebaran dan penularan penyakit demam berdarah dengue saat cuaca ekstrim seperti sekarang. “DBD masih belum ada tanda-tanda akan menghilang, meskipun sempat terjadi penurunan namun masih belum dalam jumlah yang aman,” tuturnya.
Merujuk data Dinkes Gunungkidul Tahun 2016, hingga kini tercatat sebanyak 1.081 kasus DBD di Gunungkidul, dengan empat orang meninggal. Jumlah ini meningkat dari tahun 2015 lalu, yang hanya berjumlah 486 kasus dengan empat korban meninggal. Sementara itu, tercatat, jumlah kasus DBD pada tahun 2013 sebanyak 353 kasus dengan satu meninggal, tahun 2014 sebanyak 379 kasus dengan dua meninggal.
“Tahun 2016 ini memang cukup banyak, namun bisa kami tangani dan tekan jumlah korban meninggal,” ucapnya.
Sedangkan utnuk langkah pencegahan agar dapat menekan angka penyebaran, pihaknya telah menyiapkan seluruh personel kesehatan di fasilitas medis, bahkan setiap Puskesmas untuk siap siaga dalam melakukan penanggulangan terhadap DBD. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M+.
Hal itu dinilai paling efektif untuk menekan jumlah kasus DBD. Selain PSN, fogging pun diterapkan untuk wilayah yang jumlah DBD tertinggi. “Jumlahnya meningkat tajam, kami harapkan supaya jumlah korban tidak bertambah,” katanya.





