Diterjang Longsor dan Banjir, Puluhan Jembatan di Sukabumi Ambruk

Ilustrasi

SUKABUMI – Puluhan jembatan rusak dan ambruk di Sukabumi akibat dihantam bencana, terutama bencana banjir dan longsor, yang terjadi sejak awal tahun sampai November 2016.

“Jumlahnya masih kami masih kami data, tetapi ada puluhan jembatan yang rusak atau terputus. Bahkan belum lama ini jembatan penghubung antardesa di Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan terputus,” kata Kepala Bidang Kedarudatan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo, di Sukabumi, Rabu (14/12/2016).

Dilansir Antara, Menurutnya keberadaan jembatan yang rusak sangat vital untuk masyarakat. Jembatan-jembatan itu merupakan akses akses utama penghubung antardesa atau antarkampung, bahkan ada juga sebagai jalur untuk menuju jalan utama.

Bahkan, pada awal November ada lebih dari 40 jembatan di wilayah selatan yang ambruk akibat banjir dan longsor. Akses jalan tersebut tersebar di Kecamatan Cidolog dan Sagaranten, Kalibunder, Nyalindung, Curug Kembar dan daerah lainnya belum lagi yang di Kecamatan Warungkiara dan Simpenan.

Dengan  intensitas hujan yang masih tinggi, tidak menutup kemungkinan jika bencana serupa akan terjadi lagi.  Bahkan, prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak musim hujan akan terjadi hingga Februari 2017.

Karenanya, masyarakat diingatkan  untuk selalu waspada akan potensi bencana yang terjadi di puncak musim hujan ini. Selain itu, dari pantauan BPBD ada beberapa jembatan yang rawan terkena dampak bencana.

Terkait jembatan yang rusak, dan rencananya di lokasi tersebut akan dibangun jembatan permanen seperti di daerah Sangrawayang yang pembangunannya akan dilaksanakan oleh Pemrov Jabar.

Karena jembatan tersebut menjadi salah satu akses utama menuju kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu.

Advertisement