ALEPPO – Proses evakuasi warga di Aleppo sempat terhambat dan terhenti akibat adanya berita pembunuhan Duta Besar Rusia untuk Turki, di Ankara, Senin (19/12/2016).
Keluarga di Aleppo telah menghabiskan berjam-jam menunggu dalam suhu di bawah titik beku, dan berlindung dari hujan di blok apartemen yang telah habis dibom, serta menunggu mati-matian untuk berita gelombang baru keberangkatan.
Beurntung setelah penundaan menyiksa tersebut operasi dilanjutkan di bawah perjanjian kompleks dimana pasukan rezim tetap melakukan kontrol penuh atas kota kedua Suriah, Aleppo.
Evakuasi dilanjutkan semalam, dan bus telah mengangkut lebih dari 7.000 orang dari kota itu. “Masih ada ribuan, itu kerumunan besar, wanita dan anak-anak,” kata Ingy Sedky, juru bicara Komite Internasional Palang Merah (ICRC)., seperti dilansir AFP.
Diantara para pengungsi, terdapat anak berusia tujuh tahun Bana al-Abed, yang sempat viral di sosial media karena sering memberitakan keadaan terbaru di Aleppo melalui akun Twitternya. Selain itu terdapat juga 47 anak-anak yang telah terperangkap di sebuah panti asuhan.





