Kakek Penjual Rempeyek ini Jago Bahasa Jepang

rempeyek
Muri saat berjualan rempeyek di dekat Stasiun Cakung, Jakarta Timur. Foto @vhamalifa

JAKARTA – Pintu perlintasan itu menutup secara perlahan, dibarengi suara sirine berirma konstan kereta api pun melintas. Tepat dibelakang pintu perlintasan tersebut puluhan kendaraan bermotor tampak berebut ingin menempati barisan paling depan. Itu lah secuil suasana pintu perlintasan kereta api dekat Stasiun Cakung tempat Muri mengais rejeki.

Ditemani kepulan asap kendaraan bermotor dan bisingnya klakson yang saling bersahut-sahutan, setiap harinya kakek berkumis putih ini menenteng kantong kresek plastik berwarna merah berisi rempeyek kacang dan teri. Sambil menahan rasa sakit Muri tetap berkeliling dengan jalan tergopoh. Ia menawarkan dagangannya ke setiap penumpang yang hendak menumpang commuter line.

Kisah hidup Muri yang memprihatinkan itu diangkat oleh netizen bernama @vhmalifa di akun Instagramnya, tak lama kemudian foto Muri banjir ucapan doa bernada positif. Menurut @vhamalifa sekantong rempeyek yang dijual Muri dibandrol dengan harga yang cukup terjangkau, sekitar Rp 8 ribu per pcs.

Namun siapa sangka, dikatakan @vhmalifa ternyata Muri merupakan pribadi yang pandai berbahasa Jepang karena dahulu Muri berprovesi sebagai chef di salah satu restoran Jepang. Namun karena faktor usia ia pensiun lalu melanjutkan hidup dengan berjualan rempeyek.

“Ternyata beliau ini jago ngomong bahasaJpang karena beliau dulu adalah chef di restoran Jepang, sashimi, yakiniku dan semua makanan Jepang beliau tahu. Salut buat kek Muri,” Tulis @vhamalifa dalam unggahannya.

Advertisement