BIMA – Banjir dahsyat yang emnerjang Kota Bima menurut Walikota Bima, H. Qurais H. Abidin merupakan banjir terparah dalam 50 tahun terakhir.
“Ini merupakan banjir yang terbesar dan terparah sejak 50 tahun terkahir,” katanya.
Ia mengungkapkan sebelum datangnya musibah itu, pihaknya menerima informasi dari BMKG, bahwa akan terjadi badai dan hujan besar. Mendapat laporan itu, pihaknya langsung melakukan rapat koordinasi dengan Camat dan Kelurahan untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Hanya tiba-tiba dalam waktu dua jam banjir langsung mengepung Kota Bima,” katanya.
Banjir hampir merata di daerah setempat, bahkan rumahnya yang tidak pernah kebanjiran ikut banjir setinggi satu meter. Yang tercatat merendam ribuan rumah warga serta fasilitas publik. Saat musibah itu, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, memberikan pertolongan lantaran musibah terjadi mendadak.
Namun kini, menurutnya kebutuhan logistik terus berdatangan di posko induk yang berada di Kantor Walikota. Seperti beras, mie instan, air kemasan, bantuan dari Pemprov, Kabupaten Dompu dan berbagai elemen dan unsur.
“Logistik ini akan disalurkan melalui satu posko yang didirikan masing-masing Kelurahan yang ada,” terangnya, sebagaimana dilansir suarantb.com.





