204 Kaki dan Tangan Palsu Bikin Haru

PADANG (KBK) Lisa (18 tahun), tak kuasa menahan harunya saat sepasang kaki barunya dipasangkan. Langsung saja ia menghambur memeluk Pendamping Program Dompet Dhuafa Singgalang, Ust. Imam Nashroni, sesaat setelah bertemu di Aula Balatkop Padang dalam agenda Penyerahan Program Tangan dan Kaki Palsu untuk Sumbar, finalisasi dari kegiatan pengukuran bulan Agustus lalu.

“Dua kaki saya harus diamputasi akibat reruntuhan gempa 30 September lalu. Saya senang sekali kini bisa berjalan kembali,” tutur Lisa sambil menangis.

Keharuan yang sama juga dirasakan oleh ketua panitia program, Ucok Baba Padang alias Yunalzi, yang merupakan Humas Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sumbar.

Terwujudnya program ini dengan sukses tak lain karena sinergi banyak pihak, seperti Sequislife dan Yayasan Peduli Tuna Daksa yang memberi harapan bagi masyarakat disabilitas Sumbar untuk dapat bergerak bebas dengan pengadaan kaki dan tangan palsu, PPDI sebagai tuan rumah sendiri, dan Dompet Dhuafa Singgalang yang turut membantu dalam media publikasi ke tengah masyarakat.

Dukungan tak kalah penting juga diberikan oleh Pemko Padang, Dinsos Sumbar, KPU Sumbar, PT. Semen Padang, Bank Nagari, Telkom Padang, dan Baznas.

“Kami berharap, bantuan kaki dan tangan palsu ini dapat dimanfaatkan secara optimal bagi masyarakat penerima manfaatnya. Kami senang dapat melihat masyarakat kami dapat bergerak secara bebas kembali, seperti sebuah kemenangan bagi kami,” tutur Ucok Baba.

Total penyaluran berjumlah 204 tangan dan kaki, sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang telah mendaftarkan diri pada bulan Agustus lalu, dan menunggu dua bulan untuk proses pencetakan tangan dan kaki palsu di Jakarta.

Agenda berlangsung dari Selasa-Kamis (27-29/10/2015), di dua lokasi yaitu Padang dan Payakumbuh. Untuk Padang dilaksanakan dua hari pertama di Aula Balatkop Sumbar di Ulak Karang Padang, dan hari terakhir di Aula Kantor Bupati Lama, Payakumbuh.

“Jumlah penerima pada hari pertama di Padang sebanyak 84 orang, hari kedua 50 orang, dan terakhir di Payakumbuh pemasangan untuk 70 penerima manfaat. Alhamdulillah, total 204 pemasangan kaki dan tangan palsu telah selesai dilaksanakan,” lapor Ust Imam Kamis (29/10).

Dalam dua waktu tersebut, Dompet Dhuafa Singgalang mendampingi mobilisasi pelaksanaan agenda sekaligus komunikasi dengan masyarakat penerima manfaat.

“Bersinergi dalam melaksanakan agenda yang sifatnya membangun umat adalah suatu kebanggan tersendiri bagi kami. Banyak hal yang akhirnya kami bisa pelajari dari masyarakat itu sendiri. Semoga selanjutnya kami tetap bisa bersinergi dalam agenda-agenda positif untuk perubahan yang lebih baik bagi masyarakat,” tutup Ust. Imam. -nisa

Advertisement