SIKAP Sumbangkan 20.000 Masker untuk Anak Sumbar

anak-anak terancam perubahan iklim.

PADANG (KBK) –  Sukarelawan Indonesia untuk Anak Korban Asap (SIKAP), mendonasikan 20.000 masker senilai Rp40 juta untuk warga Sumatera Barat melalui Dompet Dhuafa Singgalang (DDS).

“SIKAP merupakan sebuah gerakan yang fokus untuk memberikan pertolongan kepada anak-anak yang terkena dampak dari kabut asap. Ia mengatakan, gerakan ini berkomitmen untuk fokus memberikan bantuan di bidang pendidikan dan kesehatan,”  Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, Jumat (30/10/2015).

Dikatakan Musfi, sasaran dari program ini adalah anak-anak,  pada umumnya mereka meniru kebiasaan orang dewasa yang menganggap remeh penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Tentu sistem kekebalan tubuh anak-anak dan orang dewasa sangat berbeda.

Bagi DDS, paket masker ini disebarkan ke beberapa kota dan kabupaten, yakni Kab. Tanah Datar 4.000 masker dibagikan oleh relawan Mapala Pagaruyung Stain Batu Sangkar, untuk Payakumbuh dan Limapuluh Kota 2.500  masker disebar oleh wartawan Harian Umum Singgalang,  2.000 masker untuk Dharmasraya  dibantu penyebaran oleh tim Dompet Dhuafa Singgalang Dharmasraya, Cendra Fauzi. Selanjutnya untuk Wilayah Agam sebanyak 1.000 masker, Bukittinggi 2.000 masker, dan Padang Pariaman 800 masker.

Untuk kota Padang sendiri penyaluran masker dilaksanakan di SLB dan Posyandu masing-masing sebanyak 1.500, dan 700, sedangkan sisanya dibagi-bagikan untuk masyarakat Padang yang membutuhkan.

“Titik sebarnya antara lain Sekolah, Posyandu, Sekolah Luar Biasa, dan Alhamdulillah semua telah dikirimkan ke masing-masing daerah, terakhir penyaluran Rabu (28/10/2015) pada acara perlombaan Pramuka Penegak se-Sumatera Barat di Universitas Andalas sebanyak 1.000 masker,” sela penanggung jawab penyaluran masker, Fauzi Yandri.

Penekanan pentingnya penggunaan masker ini, merupakan salah satu program tindak lanjut musibah kabut asap yang masih menyelimuti Sumbar. Kadar ISPU yang telah mencapai level berbahaya, penderita ISPA juga semakin bertambah.

“Untuk Pos Sehat Kuranji Dompet Dhuafa Singgalang sendiri, pasiennya menjadi dua kali lipat dari biasa. Rata-rata mengeluhkan gangguan saluran pernafasan,” lapor Pendamping Program Kesehatan, Mushalina Latifa.

Sumbar darurat kabut asap. Ini diakui BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika-red) Sumbar, tercatat di Global Atmosphere Watch (GAW) Koto Tabang Agam, bahwa Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per Senin (26/10/2015), konsentrasi harian aerosol PM10 (partikel debu) berada di level 470 mikrogram, atau dalam kategori berbahaya. Dan angka tersebut mengalami kenaikan disetiap jamnya.

“SIKAP sendiri berharap agar donasi masker ini tak sekedar seremoni yang hanya berfungsi sekali pakai untuk masyarakat. Diharapkan, masker yang dibagikan benar-benar digunakan sebagai bentuk tanggap masyarakat untuk menyelamatkan diri diri dan orang-orang disekitar dari penyakit-penyakit akibat zat berbahaya yang terkandung dalam kabut asap,” pungkas Musfi. – nisa

Advertisement