Mendekati Usia 90 Tahun, Kakek Ini Masih Kuat Narik Bajaj

kemiskinan
Sariah sewaktu beristirahat sambil menunggu penumpang di kawasan Stasiun Gondangdia, Jakarta.

JAKARTA – Sulitnya mencari pekerjaan di desa mendorong Sariah hijrah ke Jakarta. Derasnya arus urbanisasi membuat kakek berusia 87 tahun itu terdampar sebagai supir bajaj di Ibu Kota. Sejak puluhan tahun lalu suara bising dan kepulan asap dari kendaraan bermotor merupakan sahabat setia Sariah dalam mengais rejeki. Meski usia sudah mendekati 90 tahun tapi semangat yang berkobar dalam diri Sariah untuk menarik bajaj tak pernah padam.

Di Jakarta Sariah tinggal bersama teman seperjuangannya di pool bajaj BBG di bilangan Pulogadung, Jakarta Timur. Jauh sebelum mentari memancarkan cahaya hangat kakek asal Indramayu, Jawa Barat itu sudah lebih dulu memanasi bajaj kesayangannya. Dengan menyusuri Jalan Pemuda hingga kawasan Salemba, akhirnya pagi itu Sariah tiba di sekitaran Stasiun Gondangdia tempat biasa ia mangkal.

Semakin ketatnya persaingan dalam bisnis jasa angkutan transportasi umum di Jakarta kerap membuat Sariah tersisihkan, terlebih ketika semakin maraknya kehadiran ojek online. Dalam sehari penghasilan Sariah tak menentu, bahkan terkadang hanya cukup untuk membeli makan untuk dirinya sendiri. Padahal Sariah masih memiliki kewajiban untuk menafkahi seorang istri di Indramayu.

Sariah memiliki 4 orang anak namun semuanya memilih menetap di Indramayu dan Pamanukan. Pada foto yang ditampilkan Sariah tampak ceria meski kelelahan. Wajah keriputnya seakan menjadi saksi bisu selama bertahan dan berjuang mencari nafkah di Jakarta. Polo Shirt yang dikenakan Sariah pun kucel dan lusuh.

Kisah hidup Sariah yang sarat problematika ternyata dipotret oleh netizen bernama Dede Chandra lalu diunggah ke akun facebook Share if You Care. Beragam tanggapan positif pun membanjiri tautan yang menyertai foto Sariah. Seperti netizen bernama Syahraryu Fatima Zahra yang mendoakan semoga Sariah tetap diberikan kesehatan, kelapangan dan kemudahan rezeki.

Advertisement