PAMEKASAN – Banjir yang sempat melanda enam kelurahan di Pamekasan, Jawa Timur telah surut dan warga mulai membersihkan sisa-sisa lumpur serta menjemur barang-barang yang basah terendam banjir.
Diberitakan sebelumnya, banjir terjadi sejak Selasa (3/1/2017) sore dan diakibatkan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Banjir ini menjadi banjir pertama kali yang terjadi di tahun 2017, dan menjadi terparah sejak dua tahun terakhir.
Beruntung, kini sejumlah kelurahan di Kecamatan Kota Pamekasan yang sebelumnya tergenang banjir, seperti Kelurahan Parteker, Gladak Anyar, Patemon dan Kelurahan Jungcangcang, sudah tidak ada genangan banjir lagi.
“Banjir mulai surut sejak subuh tadi,” kata Sugianto, warga Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan.
Demikian juga di banjir yang menggenangi perkampungan warga di Desa Lemper dan Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
Di dua desa ini, tidak terlihat lagi adanya genangan banjir di halaman rumah warga. Debet air di Sungai Kalisemajid yang meluap dan menyebabkan terjadinya banjir di Kecamatan Kota Pamekasan dan di Kecamatan Pademawu, juga terpantau berkurang.
“Tadi malam kan ketinggian air melewati batas itu, sekarang sudah turun dua strip,” kata warga Pademawu Rosidi, saat memantau perkembangan debet air sungai Kalisemajid di Desa Sumedangan, Pademawu, Rabu (4/1/2017) pagi, dikutip dari Antara.
Sementara itu sejumlah anggota TNI dari Kodim 0826 Pamekasan bersama membantu masyarakat membersihkan lumpur di rumah-rumah warga.





