TANGERANG – Longsor terjadi di Tangerang Selatan, Banten dimana tembok sepanjang 120 meter ambruk dan menimpa bangunan sekolah di Kelurahan Rawa Buntu, yakni SMPN 19.
Akibatnya, lima ruang kelas ambruk tertimpa material longsor. Selain kelas, material longsor juga menimbun ruang perpustakaan, laboratorium, dan lapangan basket.
Bongkahan tembok turap menjebol dinding bangunan. Material longsor juga menimbun papan tulis, meja, dan kursi.
“Alhamdulillah tak ada korban jiwa. Kejadiannya sekira pukul 06.40 tadi pagi,” kata Kepala SMPN 19 Endang Ramidin, Rabu (4/1/2017), dikutip dari metrotvnews.
Endang memastikan bangunan itu tak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2017-2018. Sementara tembok turap yang runtuh itu dibangun Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan. Turap dikerjakan pada November 2016.
Atas peristiwa ini, garis polisi sudah dibentangkan di sekitar area longsor dan warga dilarang mendekat.
Endang mengakui longsor kerap terjadi di area tersebut. Karenanya ia meminta Dinas Bina Marga Kota Tangerang Selatan membangun turap untuk mengantisipasi bahaya longsor.
“Kami usulkan pembangunan turap ke Dinas sejak 2014 dan baru direalisasikan sekarang,” ucap Dia.
Dia menduga, jebolnya turap lantaran intensitas hujan yang tinggi dari malam hingga pagi hari.





