Bulog Yogyakarta Target Tingkatkan Produksi Beras Tahun Ini

ilustrasi/ist

YOGYAKARTA- Badan Urusan Logistik Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan pada 2017 mampu melakukan pengadaan beras dengan menyerap panenan petani setempat 65.475 ton.

Kepala Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional DIY Miftahul Adha mengatakan target serapan beras tahun ini meningkat dibandingkan 2016 yang mencapai 55.000 ton dan dinaikkan menjadi 62.500 ton pada akhir tahun.

“Kami naikkan target dan optimistis tercapai karena realisasi serapan beras tahun lalu cukup tinggi,” katanya di Yogyakarta Jumat (6/1)

Adha mengatakan capaian realisasi serapan beras petani pada 2016 mencapai 60.250 ton atau 109,56 persen dari target. Dengan serapan yang tinggi, selain memasok kebutuhan DIY, Bulog DIY juga mampu memasok untuk kebutuhan daerah lain.

Beras yang disalurkan dalam bentuk beras kepada keluarga prasejahtera selama 2016 mencapai 51.000 ton, sedangkan stok beras di gudang Bulog DIY mencapai 30.000 ton yang diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat DIY hingga Mei 2017.

Adha menuturkan, penyerapan beras petani tahun ini diperkirakan mulai Februari 2017 atau bersamaan dengan musim panen raya di DIY.

Bulog DIY akan membeli beras petani yang telah memenuhi standar kualitas dengan ketentuan kadar air maksimum 14 persen, butiran patah 20 persen, menir 2 persen, dan derajat sosoh 95 persen dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp7.300 per kilogram (kg).
Sementara, pada tahun 2016 mencapai 60 ribu ton. Jumlah tersebut melampaui target semula sebesar 55 ribu ton. Perum Bulog akan terus meningkatkan serapan dengan cara memperbanyak Rumah Pangan Kita (RPK) dengan target satu desa satu RPK.

“Untuk serapan beras tahun 2016 lebih baik ketimbang tahun sebelumnya. Di 2015, dari target 55 ribu ton hanya terserap sekitar 52 ribu ton. Nilai yang melebihi target ini pun memutuskan perum bulog untuk mengiimkan ke provinsi lain,” tuturnya.

Advertisement