PACITAN – Jembatan penghubung Desa Karangrejo dengan Desa Karanggede di Sungai Grunggu, Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, banjir batu setelah hujan mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam pada Senin (9/1/2017) dini hari.
Bahkan jembatan dengan lebar1.5 meter dan panjang 17 meter tertutup timbunan batu sampai 3 meter. “Iya sampai lumpuh. Tidak bisa dilewati,” kata Maaruf, warga setempat.
Padahal ia menuturkan jalur tersebut merupakan akses satu-satunya. Ribuan warga Karanggede jika mau ke Pacitan melewati jembatan itu. Pun dengan kendaraan proyek waduk tukul.
Maaruf mengatakan, biasanya banjir batu tidak sampai seperti itu. Karena memang hujan lebat dan terus menerus membuat hujan batu dan pasir. “Ini paling parah. Bisa jadi nanti tambah parah karena masih hujan,” tambahnya, dikutip dari beritajatim.
Sementara, Kasie Kedaduratan dan Logistik, Pujono, mengatakan, banjir batu dan pasir yang sampai ke jembatan karena adanya pembangunan waduk tukul. “Jika masih ada pembangunan, banjir batu dan pasir masih terus. Apalagi kalau hujan,” katanya.
Dia menegaskan, untuk menyingkirkan material tersebut bukan menjadi wewenang BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Melainkan tanggungjawab kontraktor pembangunan waduk tukul.





