Harga Mahal, Petani Cabai Waspada Pencurian

Ilustrasi/ Foto: kebunpedia

CIAMIS – Melambungnya harga cabai membuat petani di sentra cabai Ciamis, yakni Kecamatan Sukamantri, lebih meningkatkan penjagaan kawanan kebunnya untuk mengantisipasi pencurian.

Lokasi kebun yang jauh dari permukiman serta minimnya penerangan, mengakibatkan kawasan tersebut menjadi rawan terjadi pencurian.

“Sekarang kami lebih sering ronda malam, apalagi saat harga cabai mahal. Banyak pencuri yang mengincar. Sampai saat ini kami belum mendapat laporan atau informasi pencurian cabai,” kata Ketua Kelompok Tani Cabai Gunungsari, Kecamatan Sukamantri Iyus.

Dia mengungkapkan ronda malam dilakukan bersama dengan petani lainnya. Dengan demikian situasi kebun cabai setiap saat dapat terpantau. Hal itu dilakukan, terutama pada areal yang siap panen.

“Ada pola tanam tersendiri, sehingga setiap hari bisa panen, hanya saja lokasinya berbeda-beda. Selain ada yang siap panen, sebagian lahan juga tanaman sudah berbuah muda, sedangkan lain lain tanaman masih kecil,” ujarnya.

Sementara itu  Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Kabupaten Ciamis, Pipin Arif Apilin juga membenarkan petani lebih meningkatkan pengawasan.

“Ketika harga cabai rawit naik, otomatis rawan terjadi pencurian di kebun. Untuk itu, kami juga lebih intentisf melakukan ronda malam. Lokasi kebun yang jauh dari permukiman dan kurang penerangan, memang rawan, sehingga perlu dijaga,” ucapnya, seperti dilansir PR Rabu (11/1/2017) malam.

 

Advertisement