JAKARTA – Pasca kebakaran yang melanda Pasar Senen, Jakarta Pusat para pedagang yang kehilangan kiosnya terpaksa berjualan di pinggir jalan dan hal tersebut membuat pendapatan mereka turun drastis.
Setelah kebakaran mereka belum memiliki tempat untuk berjualan kembali dan akan mulai direlokasi pekan depan. Karenanya mereka berjualan di pinggir jalan dan terpaksa membanting harga jauh lebih murah dari harga biasanya di kios.
Selain itu barang dagangan yang dijual mereka pun merupakan barang sisa kebakaran. Harga pakaian bahkan ada yang dijual dengan harga Rp 10.000 per potongnya.
“Banting harga, banting harga, sisa kebakaran,” teriak salah satu pedagang sambil mengibas-ngibaskan dagangannya, Rabu (25/1/2017), seperti dilansir merdeka.com.
Salah satu pedagang, Yestri mengaku pendapatannya menurun drastis semenjak kebakaran. “Ya mau enggak mau (jual murah) karena enggak ada alternatif lain,” kata Yestri, di lokasi.
Beruntung, para pelanggan Yestri masih membeli barang padanya. Bahkan ada yang memesan lewat telepon.
“Sehari setelah kebakaran, pelanggan saya yang dari Papua langsung order kemeja banyak,” ujar Yestri.
Ia mengatakan jika temannya sebagian sudah ada yang pindah, “Teman-teman saya ada yang sudah pindah ke Bekasi, Cililitan dan lainnya,” tuturnya.
Selain itu, ada juga beberapa pedagang yang sudah menyewa kios di Blok 3. Hal itu, menurutnya, dijadikan lahan basah oleh para pemilik kios.
“Sewa di sana (Blok 3) sebulan biasanya Rp 500.000 sekarang harus bayar Rp 5.000.000 per tiga bulan,” tandasnya.





