
JAKARTA—Dompet Dhuafa akan terus mengembangkan model wakaf produktif di tahun ini. Diharapkan, melalui pengelolaan wakaf yang produktif dapat semakin optimal dalam memberdayakan masyarakat.
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ismail A Said dalam Public Expose 2017 mengatakan, wakaf memiliki nilai ekonomi yang besar jika digalang secara optimal. Menurutnya, wakaf merupakan poin penting dalam mewujudkan kesejahteraan ekonomi. “Oleh karenanya, pada sejak 1 Agustus tahun lalu kami secara khusus membentuk Direktorat Mobilisasi Wakaf,” ujarnya di Gedung SMESCO Jakarta, Kamis (26/1/2017).
Selama ini, kata Ismai, Dompet Dhuafa telah berperan cukup besar dalam mendorong gerakan zakat di Indonesia. Kini, sudah saatnya kesadaran masyarakat terhadap wakaf juga harus ditingkatkan. Untuk itu butuh strategi jitu dalam mengoptimalkan dan mengelola aset wakaf yang ada menjadi produktif.
Ismail mencontohkan beberapa portofolio aset wakaf yang dikelola Dompet Dhuafa seperti RS AKA Medika Sribhawono, Sekolah Islam Al Syukro, beberapa rumah toko yang tersebar di berbagai tempat, dan aset properti lainnya. Semua aset itu dikelola dengan system bisnis namun memiliki orientasi sosial.
“Seluruh bisnis sosial tersebut dikelola Dompet Dhuafa sebagaimana usaha pad umumnya. Upaya ini berorientasi pada pengelolaan yang efektif dan efesien, serta mampu menghasilkan surplus seoptimal mungkin untuk masyarakat,” jelasnya.
Tabungan Wakaf
Di tempat yang sama, Direktur Utama BNI Syariah, Imam Teguh Saptono mendukung penuh langkah-langkah Dompet Dhuafa dalam mengoptimalkan sumber daya wakaf. Sejak November tahun lalu, BNI Syariah meluncurkan Tabungan ”Wakaf Hasanah”. Melalui Tabungan Wakaf ini, BNI Syariah memfasilitasi masyarakat untuk berwakaf melalui program-program yang dijalankan sejumlah lembaga Nadzir Wakaf. Tabungan ini tidak dapat ditarik atau dilakukan transaksi, melainkan hanya berupa laporan dana yang telah diwakafkan oleh wakif.
“Kita belum bisa berbuat banyak, ini adalah ikhtiar kita dalam mendukung apa yang dilakukan Dompet Dhuafa selama ini,” katanya.
Terbukti, sejak digulirkan tiga bulan lalu, penggalangan wakaf melalui Wakaf Hasanah BNI Syariah, dana wakaf yang terhimpun untuk Rumah Sakit AK Sribhawono Lampung yang dikelola Dompet Dhuafa telah mencapai Rp 2,1 milyar. “Angka ini paling besar dibanding program wakaf lainnya,” tukas Imam yang memberikan tanggapan atas kinerja Dompet Dhuafa selama tahun 2016.
Imam berharap, ke depannya inovasi-inovasi pengelolaan wakaf semakin variatif dan berkembang. Ia membayangkan, ke depannya dana wakaf bisa membangun pusat ekonomi, infrastruktur publik seperti jalan tol dan yang lainnya.




