INDIA – Ilmuwan India dan AS mengatakan jika penyakit misterius telah menewaskan lebih dari 100 anak dalam setahun di India utara setelah makan buah leci dalam keadaan perut kosong.
Secara tiba-tiba, anak-anak yang tampak sehat di wilayah Bihar menderita kejang mendadak dan kehilangan kesadaran. Hal tersebut telah membingungkan para dokter.
Penelitian baru yang dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet menunjukkan mereka teracuni oleh buah leci.
Sebagian besar korban adalah anak-anak miskin di wilayah lychee penghasil utama India yang makan buah yang telah jatuh ke tanah di kebun, kata jurnal.
Leci mengandung racun yang menghambat kemampuan tubuh untuk memproduksi glukosa, yang mempengaruhi anak-anak muda yang kadar gula darah sudah rendah karena mereka tidak makan malam.
Mereka terbangun berteriak di malam hari sebelum menderita kejang dan kehilangan kesadaran karena mereka menderita pembengkakan akut otak.
Para peneliti meneliti anak yang sakit dirawat di rumah sakit di Muzaffarpur antara Mei dan Juli 2014 menemukan wabah penyakit yang menyebabkan pembengkakan otak dan kejang pada anak-anak di Karibia.
Wabah tersebut disebabkan oleh buah ackee, yang berisi hypoglycin, toksin yang mencegah tubuh dari membuat glukosa. Sebuah tes juga menunjukkan bahwa leci juga berisi hypoglycin.
Hal ini menyebabkan petugas kesehatan untuk memberitahu orang tua untuk memastikan anak-anak makan terlebih dahulu sebelum makan buah leci dan jangan terlalu banyak mengkonsumsinya.
Anak-anak yang menderita gejala yang terkait dengan wabah harus cepat dirawat karena hipoglikemia, atau gula darah rendah, kata para pejabat, demikian dikutip BBC dari New York Times, Kamis (2/2/2017).





