Warga Kupang di Bantaran Sungai Waspada Longsor

Ilustrasi/ Foto: Beritajakarta

KUPANG –  Warga Kupang yang berdomisili di sepanjang bantaran kali wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu harus waspada banjir dan longsor.

“Peringatan tersebut sudah disampaikan kepada warga di sejumlah titik lokasi bantaran kali semoga bisa dipatuhi untuk kepentingan keamanan masing-masing,” kata Kepala BPBD Kota Kupang Ade Manafe di Kupang, Sabtu (4/2/2017).

Kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang mulai tinggi dan berlangsung secara terus-menerus sepanjang hari pada sepekan terakhir dan  kemungkinan akan menyebabkan banjir dan dapat mengikis sejumlah lahan di sepanjang bantaran kali lokasi tempat tinggal warga.

“Sebagai pencegahan dan tidak timbul korban jiwa maka kami ingatkan untuk sementara mencari lokasi yang lebih aman yang jauh dari bantaran kali,” katanya.

“Sudah ada pengalaman banyak korban longsor yang bermukim di sepanjang bantaran kali, karena itu kami ingatkan untuk waspada agar tidak ada lagi korban jiwa,” katanya.

Selain lokasi bantaran kali, BPBD juga memberikan peringatan bagi warga di sepanjang pesisir pantai untuk juga waspadai kemungkinan rob yang disebabkan oleh gelombang pasang. “Angin dalam beberapa hari ini cukup kencang dan gelombang tinggi. karena itulah kami juga memberikan imbauan kepada warga di sepanjang pesisir untuk waspada,” katanya.

Imbauan juga disampaikan bagi warga yang bermukim di sekitar pepohonan besar dan rawan tumbang. Jika dari kondisi fisik pohon tersebut sudah cukup tua dan gampang tumbang agar bisa diinformasikan untuk ditebang. “BPBD siaga bencana dan siap membantu memangkas jika diinformasikan. Itu juga bagian dari tugas bantuan kami,” katanya, diberitakan Antara.

Ade mengatakan, data bencana di BPBD Kupang hingga saat ini tercatat sejumlah rumah di tujuh kelurahan diterjang banjir dan longsor yang terjadi sebanyak 10 kali sejak awal Januari 2017. Dari jumlah bencana itu tidak ada korban jiwa namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah karena rusaknya sejumlah rumah warga.

Menurut dia, sembilan rumah yang diterjang banjir dan longsor itu seluruhnya berada di lokasi bantaran kali yang sesuai aturan tidak boleh dibangun rumah.

Untuk 10 kejadian bencana banjir dan longsor itu terjadi di Kelurahan Liliba satu titik lokasi terdampak, Airnona satu titik, Nunleu satu titik, Fontein satu titik terdampak, Fatufeto satu titik dan Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) tiga titik.

BPBD Kota Kupang menurut dia, telah menyalurkan bantuan dasar tanggap darurat berupa makan siap saji, beras, minyak goreng dan sejumlah kebutuhan dasar lainnya termasuk peralatan dapur jika dibutuhkan keluarga yang terdampak.

Advertisement