JAKARTA (KBK) – Membaca berita KBK yang berjudul “Ikut Antar Jenazah ke Seberang Sungai, Jumeno Tewas Dibawa Arus”, Ustad Madroi, Manager Layanan Barzah Dompet Dhuafa mengungkapkan keprihatinannya.
“Kasus grobogan ini, memang memancing kepedulian kita, dan kita harus mencari info yang mendalam apa tidak ada alternatif lain jalur ke pemakaman atau tidak ada alat yang lebih aman untuk penyebrangan,” ungkapnya kepada KBK, Kamis (9/2/2017).
Madroi menambahkan, Layana Barzah Dompet Dhuafa akan hadir untuk membantu masyarakat Dusun Pojok, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah, agar tidak ada lagi perjalanan mengantar jenazah yang membahayakan keselamatan masyarakat.
“Kita akan lihat apakah rakit atau ambulan jenazah terapung yang akan kita hadirkan, nanti kita tunggu hasil tinjauan lapangan,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Jumeno, warga Dusun Pojok, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan Grobogan, tewas karena hanyut dibawa arus.
“Korban hanyut pada Rabu (08/02/2017). Saat kejadian itu, arus air cukup deras dan elevasi Sungai Lusi di atas ambang batas,” ungkap Kasi Kedaruratan BPBD yang juga Ketua Tim SAR Grobogan, Masrikan, di sela-sela memimpin tim SAR.
Kejadian memilukan itu berawal ketika korban bersama beberapa warga akan mengantar jenazah Jinem, tetangganya, untuk dimakamkan di pemakaman umum desa setempat, yang lokasinya di seberang Sungai Lusi.
Sudah sejak lama, jika ada warga meninggal, jenazahnya harus diseberangkan di atas gethek karena lokasi makam berada di seberang Sungai Lusi. Korban bersama beberapa warga lain berenang sejauh 70 meter menuju lokasi makam yang dituju.





