ALEPPO—Kelompok hak asasi manusia (Human Right Watch) menuduh tentara pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia di Aleppo dalam delapan serangan. Dalam serangan untuk merebut kembali kota ini, sedikitnya 9 orang tewas.
Dalam laporan yang dirilis Senin (13/2) kemarin, kelompok yang berbasis di AS itu menguraikan, serangan itu terjadi antara 17 November hingga 13 Desember 2016 lalu. “Ada empat anak juga yang menjadi korban,” demikian laporan yang dipublikasikan Al Jazeera, Selasa (14/2/2017).
HRW telah melakukan wawancara dengan saksi, mengumpulkan foto dan rekaman video. Kesimpulannya, bom klorin dijatuhkan dari helikopter pemerintah selama operasi.
Dalam laporan HRW juga diketahui, 200 orang terluka akibat gas beracun yang digunakan dalam serangan. Salah satu bom paling mematikan menghantam dekat kota Sakhur pada tanggal 20 November. Serangan ini menewaskan enam anggota keluarga.





