Tidak Dapat Nyoblos, Korban Gusuran: Kami Dipaksa Golput

ilustrasi/ist

JAKARTA – Di hari pesta demokrasi yang tengah dilangsungkan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Jakarta, ada lebih dari seribu warga Rumah Susun Rawa Bebek tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

733 jiwa total dari Blok A, F, dan E yang masuk dalam TPS 141, yang masuk sebagai DPT hanya 298. Sementara, untuk TPS 140, ada 1458 jiwa, tetapi yang terdaftar dalam DPT hanya 412.

Rustadi, salah satu warga menyesalkan dirinya tidak bisa menggunakan hak pilihnya, ”Kalau begini kami dipaksa Golput,” ucapnya, Rabu (15/2/2017), dikutip dari Republika.

Sementara itu alasan ia tidak dapat menyoblos karena KTP nya telah ditarik, meskipun ia sudah mendapatkan Kartu Keluarga yang beralamat di Rusun Rawa Bebek.

Diantara mereka yang tidak dapat pergi ke TPS, akhirnya mereka memilih untu tidur di rusun masing-masing.

Advertisement