HEBRON (KBK) – Ketegangan memuncak di Tepi Barat pada hari Jumat karena tiga warga Palestina dan dua warga Israel tewas dalam insiden terpisah.
Kekerasan itu lebih intens terjadi di kota Tepi Barat di sebelah Selatan Hebron, di mana dua orang Palestina tewas ditembak militer Israel.
Sementara itu, pasukan keamanan Israel juga sedang mencari penembak Palestina yang menewaskan dua warga Israel di kota yang sama.
Menurut Palestina Kementerian Kesehatan, 2 warga Palestina; Hasan Al-Bau, 22 tahun, dibunuh tentara Israel saat bentrokan di Hebron, dan Lafi Awad, 22 tahun, juga tewas dalam bentrokan di al-Bireh dekat Ramallah.
Warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan, Mohammed al-Shalalda, 22 tahun, juga wafat karena luka-luka dalam bentrokan dengan tentara Israel, Kamis, (12/11/2015).
Kementerian itu mengatakan bahwa 65 warga Palestina terluka pada hari Jumat, terkena peluru tajam, lima kritis. Puluhan menderita luka yang disebabkan oleh peluru karet dan sesak napas di Tepi Barat dan Gaza.
Puluhan warga Palestina berpartisipasi dalam demonstrasi yang berubah menjadi bentrokan dengan tentara Israel. Mereka turun ke jalan menanggapi panggilan untuk hari kemarahan di kota-kota Palestina.
Korban tewas Palestina sejak awal Oktober telah naik menjadi 86, termasuk 18 anak-anak, sementara 14 orang Israel tewas dalam serangan penusukan yang dilakukan oleh warga Palestina.
Kota Hebron menjadi pusat ketegangan dalam gelombang kekerasan antara Palestina dan Israel yang berlangsung memasuki bulan kedua.
Media Israel melaporkan, di Kota Hebron, serangan penembakan juga terjadi Jumat (13/11/2015) menewaskan dua warga Israel tewas dan satu luka parah.
Militer Israel mengatakan, penyerang telah melarikan diri dari TKP setelah menembaki sebuah kendaraan Israel di jalan utama.
Radio Israel melaporkan, warga Palestina telah meninggalkan mobilnya dan menembak kendaraan warga Israel yang lewat di jalan itu.
Seperti dilaporkan Xinhua, Sabtu (14/11/2015), sampai saat ini, pasukan keamanan masih “menyisir” daerah itu untuk mencari penembak.





