Mogok Makan Berlanjut di Penahanan Pengungsi Republik Ceko

Ilustrasi: Pengungsi di Ceko lanjutkan mogok makan. Foto: ist

PRAGUE (KBK) –  Aksi mogok makan yang dilakukan pengungsi sejak Selasa di fasilitas penahanan Republik Ceko, Drahonice terus berlanjut hingga Jumat (13/11/2015).

Hal itu dikatkan Juru Bicara Kepolisian Republik Ceko, Katerina Rendlova.

Kata Rendlova, para pengungsi tersebut mogok makan di fasilitas penahanan Drahonice sejak Selasa (10/11/2015) mereka memprotes penahanan mereka dan kemungkinan dideportasi dari Republik Ceko ke negara asal mereka.

“Salah satu pengungsi dari Drahonice dikirim ke rumah sakit, karena dehidrasi,” kata Rendlova.

Rendlova mengatakan, sekitar 34 pengungsi tidak muncul saat sarapan pada hari Jumat (13/11/2015).

“Namun sulit untuk mengetahui siapa yang benar-benar mogok makan, karena pengungsi bisa membeli makanan sendiri selain makanan yang ditawarkan oleh fasilitas,” ungkapnya.

Berbicara tentang situasi di Drahonice, Menteri Dalam Negeri Republik Ceko, Milan Chovanec mengatakan, bahwa jika para pengungsi ingin memaksakan kehendak apapun dengan cara mogok makan atau dengan cara lain, itu tidak akan membantu mereka.

Dia mengatakan, ia percaya situasi akan menjadi tenang.

“Namun situasi selalu memburuk ketika wartawan dengan kamera muncul dari luar fasilitas penahanan,” jelasnya.

Perdana Menteri Republik Ceko, Bohuslav Sobotka seperti disampaikan Kementerian Dalam Negeri, penahanan itu sudah sesuai dengan hukum Republik Ceko.

“Penting untuk diketahui bahwa orang-orang ini masuk dalam wilayah Republik Ceko secara ilegal tanpa dokumen yang diperlukan. Dan di Republik Ceko belum meratifikasi aturan Suaka,” katanya.

Menanggapi kritik terhadap negaranya yang menahan pengungsi, Chovanec mengatakan, bahwa mereka memiliki staf di fasilitas penahanan yang profesional yang tidak menyerang atau menganiaya pengungsi.

Terlepas dari Drahonice, ada juga fasilitas penahanan pengungsi lainnya di Vysni Lhoty, utara Moravia dan Bela-Jezova, Bohemia.

Advertisement