Dua Remaja Punk di Trenggalek Serahkan Bayinya Pada Polisi

Ilustrasi

TRENGGALEK – Dua remaja yang merupakan anak punk memberikan  bayi hasil hubungan di luar nikah antar keduanya kepada Polsek Durenan karena tak mengetahui cara mengurus bayi.

Kapolsek Durenan AKP M. Solikhin menjelaskan peristiwa berawal saat YV, anak punk laki-laki mendatangi kantornya sambil membawa bayi mungil berjenis kelamin laki-laki. Saat itu, YV berdalih menerima bayi tersebut dari rekannya sesama anak punk.

Kepada penyidik, lanjut Solikhin, bayi tak berdosa itu diterima YV dari NM, sang ibu,  pada Kamis (2/3/2017) malam setelah keduanya janjian bertemu di sekitar Balai Desa Pandean, Kecamatan Durenan Trenggalek.

Saat itu, NM langsung menyerahkan bayi yang baru saja ia lahirkan tersebut ke YV dengan alasan tidak ada satupun keluarga NM di Kepanjen yang mau merawatnya.

“Hal itu membuat YV bingung karena tak tahu cara merawat bayi, sementara dirinya hanya anak punk yang pengangguran. YV lalu menyerahkan jabang bayi itu ke Polsek Durenan dengan harapan ada yang merawat,” tutur Solikhin.

Kini, bayi tersebut berada di Puskesmas Durenan karena Polsek sendiri tidak memiliki sarana untuk merawat bayi. Sedangkan, kasus tersebut masih ditangani Polres Trenggalek.

“Kasus ini masih kami selidiki dengan memeriksa saksi-saksi, terutama YV dan NM yang diduga sebagai ayah-ibu bayi,” tuturnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Durenan serta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Trenggalek terkait hal ini. “Selain itu kasus ini akan dikembangkan karena ada dugaan penelantaran anak,” pungkasnya, dikutip dari merdeka.com, Minggu (5/3/2017).

Advertisement