Kampung Anak Negeri, Tempat Pembinaan Anak Terlantar di Surabaya

Ilustrasi/ Tribunnews

SURABAYA – Anak-anak terlantar di Kota Surabaya, Jawa Timur dibina  pendidikan formal dan informalnya di sebuah kampung bernama Kampung Anak Negeri.

Anak-anak putus sekolah, anak terlantar dan anak jalanan dibina dalam hal pendidikan formal dan pengembangan bakat dan minat hingga mampu menorehkan prestasi.

UPTD Ponsos Kampung Anak Negeri merupakan gabungan dari UPTD Kalijudan yang dihuni anak jalanan, keluarga tidak mampu, berlatar belakang keluarga broken home serta anak-anak yang mengalami putus sekolah.

Kepala UPTD Pondok Sosial Kalijudan dan Kampung Anak Negeri, Erni Lutfia, mengatakan banyaknya anak putus sekolah di asrama tersebut, mendorong Erna, tim pengajar, dan pendamping berkoordinasi dengan tim psikologi untuk melihat sejauh mana anak-anak tersebut siap untuk kembali bersekolah.

Jika jangka waktu putus sekolah yang dialami terhitung pendek, mereka akan disuruh kembali bersekolah. Namun jika sudah terlalu lama, maka anak-anak tersebut akan diberi pembinaan edukasi setiap Senin-Jumat, mulai pukul 8 pagi sampai 11 siang.

Hingga kini dari 35 anak yang tinggal di UPTD Kampung Anak Negeri, terdapat 13 anak yang mau kembali menempuh jenjang pendidikan formal, empat orang di antaranya merupakan anak-anak inklusi.

Upaya pendampingan bakat dan minat pada ranah olahraga pun berbuah manis. Mereka mampu menorehkan prestasi yang sangat membanggakan bagi kota Surabaya.

Contohnya, Syafi’i (16) dari cabang tinju bobot 55 Kg yang keluar sebagai juara 1 tingkat Jatim tahun 2016. Kemudian Hendra (17) dari cabang balap sepeda yang keluar sebagai juara 2 tingkat nasional pada tahun 2015 dan terakhir Rajes (17) dari cabang pencak silat keluar sebagai juara 1 kelas bebas pada 2017, demikian diberitakan Tempo, Minggu (5/3/2017).

Advertisement