YOGYAKARTA – Sejumlah titik longsor masih ada di Dukuh Jentir, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah adanya longsor yang diakibatkan penambangan batuan karst.
Geolog Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno, menyebut ada sekitar tiga titik yang potensi longsor.
Kepala Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta ini menjelaskan, potensi longsor itu akibat masih tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, longsor bisa muncul jika bukit batuan karst itu ada pemicu getaran.
Dengan demikian, kata Eko, evakuasi yang dilakukan tim gabungan harus sangat berhati-hati. “Bahkan (evakuasi) harus dilakukan dengan ekstra hati-hati,” ujarnya, Minggu (5/3/2017), diberitakan metrotvnews.
Menurut Eko, penambangan batuan karst semakin memperburuk kondisi perbukitan di perbatasan Gunungkidul dengan Klaten tersebut. Sebab, penambangan dengan alat berat bisa menimbulkan getaran tinggi serta membuat susunan batuan rawan ambrol.
Diketahui longsor terjadi pada Jumat, 3 Maret 2017. Longsornya bukit karst itu menimpa tiga buah truk, satu alat berat, serta sebuah rumah dan dua pemiliknya, yakni Manto Miharjo dan Tugiyem.
Perkembangan proses evakuasi, Manto telah ditemukan dalam meninggal pada Sabtu, 4 Maret 2017. Sementara, proses evakuasi pencarian keberadaan Tugiyem masih dilakukan.





