New York -Pertempuran di Mosul terur berkecamuk, yang mengakibatkan dalam seminggu ini sebanyak 15.000 anakĀ telah mengungsi dari bagian barat Kota Mosul di Irak.
Mengutip dari laman Xinhua, Minggu (5/3) data yang dihimpun Badan Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), mereka yang mengungsi telah mendapat bantuan.
“UNICEF merespons kebutuhan mendesak di Kamp Hamam Al Ali, 20 kilometer dari Mosul, tempat bantuan diberikan kepada anak-anak saat mereka tiba,” kata Penasihat Regional UNICEF Bastien Vigneau.
Ia menyatakan anak-anak itu sangat ketakutan oleh suara ledakan bom, yang menjadi salah satu alasan utama orangtua mereka memutuskan untuk mengungsi.
Mereka menyelamatkan diri dengan membawa sangat sedikit barang dan dalam kebanyakan kasus dengan sedikit pakaian. Anak-anak dan keluarga mereka kebanyakan datang menggunakan bus yang disediakan oleh militer.
Prioritas utama, selain tanggap darurat pertama, meliputi kesehatan, guna menjamin anak-anak itu diimunisasi, terutama untuk melawan campak dan polio, kata Vigneau.
Matthew Sarmash, Juru Bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR), mengatakan peningkatan signifikan jumlah pengungsi telah terlihat dalam beberapa hari belakangan dan Kamp Hamam Al Ali hampir mencapai kapasitas maksimumnya.
Saat ini, 150.000 tempat terisi. Ia mengatakan pembangunan sedang dilakukan untuk menampung 250.000 orang di sana.
Vigneau mengatakan lebih dari 100.000 anak telah kehilangan tempat tinggal di Mosul sejak operasi militer terhadap kelompok ISIS sejakĀ Oktober 2016.
Pada penghujung Januari, Al-Abadi mengumumkan pembebasan pinggir timur Mosul, atau Tepi Kiri Sungai Tigris, setelah lebih dari 100 hari pertempuran melawan anggota ISIS.
Namun, pinggir barat Mosul, dengan jalannya yang sempit dan penduduk yang padat, antara 750.000 dan 800.000 orang, tampak menjadi tantangan yang lebih besar bagi pasukan Irak menurut perkiraan PBB.




