Bocor 9.000 Dokumen CIA di Wikileaks, Hasil Sadap HP Warga Amerika

Ilustrasi/ liputan6.com

WASHINGTON (KBK) – Lembaga intelijen Amerika, CIA dapat mengubah HP warga menjadi TV, alat pendengar, memotong aplikasi enkripsi dan mengendalikan HP warga.

Hal itu, menurut ribuan dokumen yang diterbitkan oleh WikiLeaks, yang diunggah kelompok anti-surveilans.

Kelompok ini memposting hampir 9.000 dokumen, Selasa (7/3/2017) yang dikatakan bocor dari Central Intelligence Agency (CIA), merupakan publikasi terbesar dari bocornya dokumen rahasia dari lembaga intelijen.

Dokumen itu saat ini sudah beredar di kalangan mantan hacker pemerintah AS dan tenaga kontrak ilegal yang kemudian memberikan kepada WikiLeaks bagian-bagian dari arsip tersebut.

Jonathan Liu, juru bicara CIA, mengatakan: “Kami tidak mengomentari keaslian atau isi dari dokumen intelijen yang diklaim dibajak dari kami.”

Para ahli yang meneliti materi tersebut menyatakan asli Ini pasti akan mengguncang CIA.

Kebocoran, dokumen ini diberi nama “Vault 7” oleh WikiLeaks. Diinformasikan juga, CIA ternyata mengembangkan malware untuk menginfeksi ponsel agar memungkinkan melakukan pengawasan dengan mudah. Namun, CIA benar-benar kehilangan kendali teknologi, hacker di seluruh dunia bisa menggunakan program yang ditanam CIA itu untuk mencuri data.

Matthew Green, profesor ilmu komputer, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa “orang biasa” tidak harus khawatir tentang pembajakan ini.

“Yang perlu dikhawatirkan adalah kalau informasi itu jatuh ke tangan organisasi kriminal canggih atau pemerintah asing dan menggunakannya untuk mentargetkan para aktivis atau pekerja hak asasi manusia,” katanya.

Advertisement