PADANG – Daerah Pasaman Barat dan Pasaman berpotensi banjir karena adanya awan-awan hujan yang menyebabkan hujan intensitas lebat, seperti diungkapkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Sumatera Barat (Sumbar).
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padangpariaman, Budi Samiadji mengatakan jika potensi awan-awan hujan terjadi karena adanya daerah belokan massa udara di wilayah utara Sumbar yang menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Ia mengatakan secara umum kondisi atmosfer Sumbar saat ini cukup labil karena dalam masa peralihan dari musin basah ke musin kering.
Selain potensi hujan di dua daerah itu, katanya beberapa daerah lain juga berpotensi diguyur hujan tiga hari ke depan karena pertumbuhan awan-awan hujan lokal di Maninjau dan Gunung Singgalang berpotensi menimbulkan hujan sedang di Padang Panjang, Malalak, Lubuk Basung, dan Tandikek.
“Dapat meluas ke Agam bagian timur, Bukitinggi, Payakumbuh, Limapuluh Kota bagian barat khususnya antara siang hingga sore hari,” ujarnya, Jumat (10/3/2017), diberitakan Antara.
Selain banjir di Pasaman Barat bagian utara dan Pasaman bagian utara dampak lainnya seperti longsor kategori ringan juga terjadi di Lembah Anai, Sitinjau, Limapuluh Kota bagian timur, Alahan Panjang, dan Malalak.
Masyarakat diminta agar mewaspadai perubahan cuaca mendadak karena cuaca yang rentan berubah-ubah.





