Curah Hujan Tinggi, Gabah Hasil Panen di Gunung Kidul Tidak maksimal

Ilustrasi Sawah Banjir/Ist

Yogyakarta-Curah hujan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta sampai beberapa pekan ke depan amsih tinggi.

Para petani di wilayah menegeluh, pasalnya mengakibatkan gabah hasil panen tidak maksimal dalam pengeringannya dan menyebabkan padi tumbuh.

Petani Kecamatan Playen Tumiran, di Gunung Kidul, Jumat (10/3), mengatakan gabah yang dipanen sepekan lalu sampai sekarang belum bisa kering karena hujan turun sepanjang sepekan terakhir.

 

“Hujan sering turun dan cuaca sering mendung mulai pukul 11.00 WIB sampai sekarang tidak kering,” kata Tumiran seperti dilansir Antara.

 

Sebagian petani di Gunung Kidul mulai mengeringkan hasil gabah panen di halaman rumah mereka.

 

Mereka mengaku merasa kesulitan dalam pengeringan lantaran cuaca tak menentu dalam beberapa hari terakhir. Dia mengatakan setiap menjemur gabah, baru sebentar harus kembali mengangkut gabah ke dalam rumah dari halaman depan rumahnya agar tidak kehujanan. Hal ini membuat dirinya dan puluhan petani lainnya cemas.

 

“Kalau cuaca bagus, gabah bisa kering, namun dengan kodisi saat ini gabah baru bisa kering selama 3 sampai 5 hari,” katanya lagi.

 

Menurut dia, gabah yang kurang kering, kualitas gabahnya akan menurun. Berdasarkan pengalamannya, gabah tidak cepat dikeringkan, akan cepat tumbuh kembali dan tidak bisa digiling.

 

Lebih lanjut ia mengatakan, petani Gunung Kidul biasa menjual hasil panen dengan wujud beras. “Nanti dipilih kembali bila ada yang tumbuh paling untuk makan ternak,” ujarnya pula.

Dia mengaku dari satu hektare lahan berhasil memperoleh 100 karung padi. Saat ini baru separuhnya yang bisa dikeringkan. Sisanya masih dalam kondisi lembab, bila gabah tidak cepat dikeringkan, akan cepat berjamur dan jika digiling akan menjadi bubuk.

Menurut dia, tidak ada cara lain selain mengeringkan dengan terik matahari. Hingga kini, mesin pengering gabah pun belum pernah disediakan oleh pemerintah.

“Mesin pengering belum ada karena di sini biasa dikeringkan menggunakan sinar matahari,” katanya pula.

Advertisement