42 Warga Badung Diduga Terserang Meningitis Babi

ilustrasi/ patient UK

MANGUPURA  – Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Bali mencatat ada 42  jumlah penderita yang diduga terserang meningitis streptococcus suis (MSS) atau meningitis babi.

Kadiskes Badung Gede Putra Sutedja  mengatakan berdasarkan  data terakhir yang diterima dari RSUD dan puskesmas,  42 kasus ditemukan dan meningkat dari angka sebelumnya yang hanya 36 kasus.

ia men ambahkan kini 42 pasien yang diduga terjangkit MSS itu menjalani perawatan di RSUD Mangusada sebanyak 20 kasus, RSUD Wangaya Denpasar satu kasus dan pasien rawat jalan di rumah masing-masing yang menjalani observasi pihak puskesmas/tim KBS sebanyak 21 kasus.

“Kita sudah melakukan langkah-langkah cepat untuk menangani kasus ini agar tidak kembali mewabah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kabupaten Badung, khususnya di lokasi penemuan kasus di Desa Sibang Gede dan Desa Sibang Kaja,” katanya, Senin (13/3/2017), kepada Antara.

Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada puskesmas disejumlah tempat di daerah itu agar kasus ini dapat ditekan,  juga melakukan penyelidikan epidemiologi terkait penyebaran wabah ini.

Gede Putra juga mengaku (menklaim) telah melakukan pemantauan atau kunjungan kerumah-rumah penderita yang diduga “suspect” MSS ini. “Kami juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali untuk penanganan wabah penyakit ini,” ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk membeli daging babi di tempat resmi sehingga memastikan daging babi yang dipotong adalah sehat. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat  untuk mengolah daging babi agar memastikan tangan tidak luka atau tutup luka dengan baik, karena penularan penyakit ini dapat terjadi melalui vektor darah.

“Apabila di sekitar kita ada peternak babi yang memiliki babi yang sakit, saya memohon agar menginformasikan kepada pemilik hewan itu agar tidak jangan menjual kepada pengepul daging babi untuk mencegah penularan penyakit itu,” ujarnya.

Advertisement