PRAGUE (KBK) – Juru bicara Kepolisian Republik Ceko, Katerina Rendlova menginformasikan bahwa situasi di fasilitas penahanan pengungsi di Drahonice sudah tenang.
Dikatakan Rendlova, para pengungsi yang mogok makan sudah menghentikan aksinya, kecuali 1 orang yang masih terdeteksi tidak mendatangi fasilitas makan siang kemarin, Ahad (15/11/2015).
“Dengan demikian dianggap aksi mogok makan berakhir, meski masih ada 1 orang yang tidak datang ke fasilitas makan siang,” jelas Rendlova.
Aksi mogok makan dimulai Selasa (10/11/2015), dilakukan oleh sekitar 40 pengungsi yang berasal dari Irak. Mereka takut dideportasi dari Republik Ceko ke negara asal mereka.
Rendlova mengatakan, tidak ada masalah pengungsi termasuk yang telah terdaftar dalam fasilitas penahanan lain di Republik Ceko.
Setelah serangan teroris di Paris pada hari Jumat, polisi meningkatkan patroli di fasilitas penahanan.
Rendlova tidak menyebutkan langkah berikutnya untuk pengungsi, sementara warga radikal anti-Islam di Republik Ceko membayangi mereka di fasilitas penahanan tersebut.
Seperti dilansir Kantor Berita Xinhua, fasilitas penahanan di Drahonice adalah penjara di masa lalu, kini menahan 92 orang pengungsi sebagian besar dari Irak.




