Erdogan: Obama Berjanji Tingkatkan Kerjasama Melawan Terorisme

ANTALYA (KBK)—Berbicara pada konferensi pers bersama, Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama menekankan kerjasama yang erat antara Ankara dan Washington dan bertekad untuk mengatasi ancaman teror yang ditujukan kepada seluruh umat manusia.

Erdogan dan Obama mengadakan pertemua bilateral pada Minggu (15/11) pagi dan dilanjutkan dengan konferensi pers bersama.

Dalam pertemuan itu keduanya menekankan pembicaraan mengenai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). “Kami berbicara tentang perang melawan ISIS. Kami menemukan cara dan langkah yang harus diambil bersama. Secara tegas kami akan menjaga solidaritas kami untuk memberikan kontribusi bagi perdamaian dunia,” ujar Erdogan.

Erdogan juga menegaskan bahwa ia mengecam keras serangan di Paris pada Jumat (13/11) malam yang menyebabkan 129 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Dia juga menyebutkan serangan teroris di Turki yang beberapa waktu belakangan kerap terjadi. “Terorisme tidak memiliki agama, ras, bangsa atau tanah air. Kita juga dihadapkan dengan terorisme kolektif di Paris, seperti kami yang berada di Ankara, Gaziantep, Suruçö dan Diyarbakır,” tukasnya.

Obama juga memberikan pandangannya selama pertemuan. “Pembunuhan orang yang tak bersalah yang didasarkan atas sebuah ideologi yang keliru adalah tidak hanya serangan yang ditujukan kepada Perancis, tidak hanya kepada Turki, tetapi juga serangan terhadap dunia yang beradab”.

Selain itu, Obama juga mengaku melakukan pembicaraan intensif tentang pengungsi dan Suriah. “Pembicaraan yang telah kami lakukan hari ini saya pikir sangat membantu dalam melanjutkan koordinasi kerja yang kita lakukan bersama-sama, dan membantu membentengi perbatasan antara Suriah dan Turki”.

Selain itu, ditekankan pula bahwa masyarakat dan negara Turki telah menampung kurang lebih 2 juta pengungsi. Dalam hal ini Obama memuji Turki sebagai salah satu negara terdepan dalam memberikan bantuan kemanusiaan.

Advertisement