CANBERRA (KBK) – Ilmuwan Australia menemukan ‘goo primordial’, molekul yang terbentuk miliaran tahun yang lalu dan diperkirakan telah membentuk dasar dari kehidupan di bumi. Molekul tersebut bisa membantu tubuh manusia dalam menerima implan (anggota tubuh buatan).
Australia’s Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) menguraikan temuannya dalam jurnal ‘Nature’, Asia, Senin (16/11/2015).
CSIRO mengatakan molekul kuno dari lumpur ini, dikenal sebagai senyawa prebiotik, dapat digunakan sebagai lapisan pelindung untuk implan bedah, seperti penggantian tulang, kateter dan alat pacu jantung.
Goo, ditemukan beberapa dekade yang lalu, telah ditelusuri sampai miliaran tahun sebelumnya dan ilmuwan percaya molekul ini memiliki hubungan tak terbantahkan dengan evolusi kehidupan di bumi.
Peneliti utama , Dr Richard Evans, mengatakan, proses menanamkan bagian tubuh buatan ke dalam tubuh sangat kompleks, harus menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan tidak mengandung toksid sehingga tubuh gampang menerimanya.
“Mengurangi kemungkinan infeksi dan memastikan tubuh tidak menolak implan adalah tantangan medis yang sedang diupayakan,” kata Evans dalam siaran pers, Senin (16/11/2015).
“Itu sebabnya lapisan pada implan ini diperlukan untuk membantu mereka untuk menyesuaikan,” kata Evans.
“Kami ingin menggunakan molekul-molekul prasejarah, yang diyakini telah menjadi sumber dari semua kehidupan yang berkembang di Bumi, untuk melihat apakah kita bisa menerapkan zat kimia dengan cara yang praktis,” tambahnya.
Tim Evans menemukan bahwa, lapisan Goo sangat ramah lingkungan dan bisa diterapkan untuk perangkat medis guna meningkatkan kinerja mereka dalam penerimaan oleh tubuh.
Menurut CSIRO, lapisan biomedis dapat diproduksi dengan bahan sudah tersedia dan dengan biaya lebih rendah daripada senyawa lain dan metode yang digunakan untuk mengurangi gesekan, membuat (implan) lebih tahan lama dan tahan aus.
“Penelitian ini membuka pintu untuk sejumlah kemungkinan biomedis baru yang masih belum dieksplorasi,” kata Evans seperti dikutip KBK dari Xinhua, Senin (16/11/2015).





