PTM Turunkan Kualitas SDM

 

JAKARTA (KBK) – Meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia membuat sejumlah pihak terdorong untuk tergerak.  Salah satunya Dompet Dhuafa (DD) yang menjalin kerjasama dengan Kementrian Kesehatan RI dalam pelatihan yang diikuti anggota pengelola kesehatan kawasan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC).

Direktur P2PTM Kemenkes RI Dr Lily Sriwahyuni Sulistyowati MM dalam sambutannya di pelatihan tersebut mengatakan meningkatnya PTM dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia (SDM) bahkan kualitas generasi bangsa.

“Hal ini berdampak pula pada besarnya beban pemerintah karena penanganan PTM membutuhkan biaya yang besar,” tutur Lily di Jakarta, Kamis (16/3).

Menimpali penjelasan Liliy, Drg Imam Rulyawan Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi menyebutkan saat ini Indonesia tengah alami bonus demografi, ada 170 juta pemuda potensial berusia produktif yang bisa membangun bangsa namun hal tersebut bakal kandas jika kesehatannya terganggu.

“Bonus paling mahal adalah bonus SDM,  ada 170 juta jiwa usia produktif. Kalau angka 170 juta itu mengidap PTM kita akan bisa melihat 10-20 tahun mendatang Indonesia akan seperti apa,” ucap Imam.

Untuk itu Imam berharap berdirinya 50 pos sehat di seluruh wilayah Indonesia dapat membantu mengentaskan permasalahan kesehatan utamanya PTM.

“Untuk tingkatkan kesehatan masyarakat seperti pemberantasan PTM Dompet Dhuafa berencana akan masuk hingga daerah terluar, terdalam dan terdepan,” ucap Imam.

Advertisement