BOGOR – Setelah sempat terjadi bentrokan lagi antara pengemudi angkot dan transportasi online, Rabu (22/3/2017) sore, akhirnya kedua pihak sepakat damai setelah dilakukan mediasi hingga Kamis (23/3/2017) dini hari.
Pemerintah Kota Bogor mengatakan kesepatan damai dicapai setelah perundingan dan mediasi berlangsung di Balai Kota Bogor. Hingga Kamis pukul 00.20 WIB, Wali Kota Bima Arya Sugiarto menyebarkan video hasil kesepakatan damai antara kedua pihak moda transportasi itu.
“Alhamdulillah kesepakatan damai dicapai,” kata Bima melalui pesan singkat, diberitakan tempo.
Bima menjelaskan, ada empat poin kesepakatan damai yang dicapai di antaranya, pertama kedua belah pihak sepakat untuk menjaga kondusivitas Kota Bogor. Kedua pihak saling menghormati dalam menjalankan usaha.
Ketiga, menyerahkan permasalahan yang terjadi kepada aparat penegak hukum, dan keempat teknis tentang operasional  online  akan dibicarakan secara bertahap. “Jam 15.00 (sore nanti) Muspida Kota Bogor akan rapat koordinasi dengan Muspida Kabupaten di pendopo Bupati,” kata Bima.
Bima juga memastikan, setelah kesepakatan damai dicapai, kedua belah pihak yakni sopir angkot dan ojek ‘online’ bersepakat untuk tetap beroperasi normal. “Khusus online sementara ini tetap tidak gunakan atribut,” katanya.
Namun ia mengaku solusi dalam persoalan angkot dan ojek online masih harus dikoordinasikan di lapangan. Untuk mengantisipasi jika masih terjadi aksi mogok para supir angkot, lanjut Bima, Pemerintah Kota Bogor tetap antisipasi dengan menyiapkan seluruh armada mobil dinas baik milik pemerintah kota, Satpol PP, Polisi dan TNI.
Kericuhan terjadi antara sopir angkot dan ojek online di Terminal Laladon, 22 Maret 2017 petang. Kedua belah pihak saling serang dengan batu dan menggunakan kayu. Para pengendara ojek online merusak sejumlah angkutan baik yang beroperasi di wilayah Kabupaten maupun Kota Bogor.





