BANGLADESH (KBK) – Setidaknya tiga orang, termasuk seorang polisi, tewas dan puluhan orang terluka dalam dua ledakan bom terpisah yang terjadi Sabtu (25/3/2017) di dekat tempat persembunyian militan yang digerebek oleh pasukan komando di timur laut Bangladesh, kata polisi.
Ledakan di distrik Sylhet terjadi sehari setelah seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di sebuah pos pemeriksaan keamanan dekat bandara utama negara Balangdesh. Serangan itu kemudian diklaim dilakukan oleh ISIS.
“Dua orang tewas dan lebih dari 30 terluka dalam salah satu ledakan di dekat tempat persembunyian itu dan polisi tewas dalam serangan kedua di depan gedung,” kata pejabat polisi Rokon Uddin.
Militer Bangladesh telah menyerbu tempat persembunyian kelompok militan lokal, yang telah berjanji setia kepada ISIS. Kelompok tersebut juga dituduh melakukan serangan cafe pada Juli tahun lalu, di mana 22 orang tewas, sebagian besar dari mereka orang asing.
Pada hari Sabtu, (25/3/2017) pasukan komando anti teror Bangladesh menyelamatkan sekitar 78 orang yang terjebak di dalam gedung lima lantai, setelah melakukan lebih dari sehari melakukan operasi pembebasan.
Penyerbuan dilaksanakan sehari setelah serangkaian serangan bunuh diri di pangkalan militer bulan ini. Sebuah laporan forensik menegaskan, bahwa serangan hari Jumat adalah ledakan bunuh diri ketiga yang melibatkan bahan peledak di ibukota, Dhaka, dalam satu pekan.
ISIS dan Al Qaeda telah mengklaim atas pembunuhan orang asing, liberal dan anggota minoritas agama di Bangladesh, sebuah negara mayoritas Muslim dengan 160 juta orang.
Menurut Reuters, pemerintah Bangladesh telah konsisten menolak kehadiran kelompok-kelompok militan domestik.





