Bencana Kekeringan di Somalia Butuh Solusi Jangka Panjang

Bencana Kekeringan di Somalia

MOGADISHU (KBK) —Bencana kekeringan yang melanda Somalia tahun ini diprediksi menjadi yang terburuk dalam decade ini, bahkan lebih buruk dari kekeringan di tahun 2011. Untuk itu butuh penanganan dan solusi jangka panjang.

Demikian disampaikan Manager Kampanye Zamzam Foundation, organisasi kemanusiaan yang berbasis di Somalia, Abdul Ghadir. Menurutnya, butuh dukungan lebih banyak lagi dari organisasi dan dunia internasional. “Di Somalia, banyak sekali krisis, dan ini sudah berlangsung cukup lama,” ujarnya kepada, Selasa (4/4/2017).

Namun demikian, ia optimis, dampak bencana bisa diminalisir ketika respon kemanusiaan dari dunia begitu cepat. Terbukti, banyak sekali lembaga internasional, termasuk dari Indonesia yang menggandeng Zamzam untuk menyalurkan bantuan mereka. Organisasi yang didirikan pada tahun 1992 ini tercatat pernah menjadi partner organisasi besar dunia, baik badan-badan PBB seperti UNDP, WFP, maupun Unicef. Demikian halnya organisasi Islam seperti Dompet Dhuafa, IHH Turki, Muslim Aid Ustralia, dan Bulan Sabit Merah Qatar.

“Kami selalu siap untuk salurkan bantuan kapan pun,” kata Ghadir.

Saat ini, hampir setengah populasi Somalia terancam hidupnya dan membutuhkan bantuan kemanusiaan segera. Sejak November tahun lalu, 444 ribu orang menjadi pengungsi internal karena kekeringan. Rata-rata, 8 ribu orang setiap harinya meninggalkan rumah dan desa mereka untuk mencari air dan makanan. Sejak Januari, dana kemanusiaan yang tercatat PBB sudah mencapai US$401 juta.

Advertisement