NEW YORK – Amerika Serikat, Inggris dan Prancis pada Selasa (4/4/2017) mengajukan resolusi kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk serangan senjata kimia mematikan yang terjadi di Suriah.
Ketiga negara tersebut menyalahkan pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk serangan yang telah menewaskan puluhan orang. Namun Militer Suriah membantah bertanggung jawab dan mengatakan tidak akan menggunakan senjata kimia dalam serangan.
Perwakilan PBB di Suriah, Staffan de Mistura mengatakan serangan kimia yang datang dari udara sangat mengerikan. Melalui sebuah draft teks yang dilansir Reuters, ia mengatakan pemerintah Suriah harus menyediakan penyelidikan internasional, nama-nama semua komandan skuadron helikopter dan menyediakan akses ke pangkalan udara di mana peneliti percaya serangan menggunakan bahan kimia telah diluncurkan.
Ini meminta Sekretaris PBB Jenderal Antonio Guterres membuat laporan bulanan apakah pemerintah Suriah mau bekerja sama dengan penyelidikan internasional dan misi pencari fakta tentang senjata kimia yang digunakan di Suriah.
Sebelumnya, sebuah penyelidikan oleh PBB dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia, atau OPCW, menemukan pasukan pemerintah Suriah bertanggung jawab atas tiga serangan gas klorin pada tahun 2014 dan 2015.




