JAKARTA – Berangkat dari sulitnya mencari nafkah membuat Teguh Prayitno menjadi kreatif. Warga Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Jawa Tengah ini memilih menjadi tukang tambal ban.
Namun, berbeda dengan tukang tambal lainnya yang mangkal di suatu tempat, Teguh justru memilih berkeliling menggunakan sepeda motor dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari pelanggan.
Bahkan, ia mempersilahkan pelanggan di seluruh pelosok Klaten untuk menghubungi dirinya apabila membutuhkan bantuan jasa tambal ban.
“Apa yang saya lakukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, saya punya tiga anak. Saya hanya ingin kehidupan keluarga lebih baik, maka saya putuskan untuk membuka layanan tambal ban panggilan, karena setahu saya di Klaten masih sangat langka,” kata Teguh dilansri dari akun facebook Info Seputar Klaten.
Semula Teguh yang mantan pekerja buruh bangunan di Jakarta memutuskan untuk membuka tambal ban setelah mendapat ilmu dari kakeknya. Namun karena usaha yang ditekuni di rumah tersebut tidak membuahkan hasil, ia pun memutuskan untuk “go online”.
“Saya pikir kerja di rumah dan hanya diam itu tidak ada hasilnya, kalau ingin mendapatkan keuntungan kita harus semangat untuk keluar rumah. Harus berinteraksi langsung dengan masyarakat, awalnya dulu sebelum ada HP saya cuma sebarkan di warung dan pasar secara mulut ke mulut,” jelasnya.
Seiring berjalannya waktu ia pun akhirnya mendapatkan handphone dari kelurganya. Berbekal sebuah handphone itu langsung diberdayakan guna mendukung usahanya. Meski banyak orang yang iseng untuk menghubungi Teguh namun hal itu tak dijadikan masalah.
“Nomer saya langsung di sebar, dan ternyata memang cukup membantu. Kalau untuk biaya memang sedikit beda, untuk sepeda motor Rp 15 ribu dan mobil Rp 20 ribu,” kata Teguh.
Dari penghasilan itu, saat ini Teguh sudah bisa menikahkan satu dari ketiga anaknya. Sedangkan anak keduanya saat ini masih berada di jenjang SMA dan yang terakhir masih duduk di bangku SD.





