JAKARTA – Adzan Subuh baru saja berkumandang, namun Heri sudah tersadar dari 1 jam sebelum panggilan solat itu tiba.
Usai menunaikan kewajibannya dengan langkah mantab Heri keluar masjid, tanpa memikirkan sarapan Heri langsung menuju RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur untuk mengais rejeki.
Di Masjid At-thahiriyah Ujung Menteng, Jakarta Timur itu, Heri bukan hanya menunaikan solat subuh, namun masjid tersebut juga Heri jadikan tempat tinggal sementara. Di Jakarta Heri hidup berpindah-pindah, ia tidak memiliki rumah dan keluarga.
Guna menyambung hidup Heri berdagang pulpen. Setiap pukul 9 pagi Heri sudah berdiri menjajakan alat tulis itu seharga Rp 4 ribu/pcs di sekitar RS Islam Pondok Kopi. Kisah Heri bermula ketika seorang netizen bernama @csnatasha iba melihat kehidupannya.
“Beliau tinggal berpindah-pindah, terakhir tidr di masjid at-thahiriyah, deket Ujung Menteng. Ketika aku bertanya tentang keluarganya beliau terlihat sangat sedih, Karena beliau tidak memiliki keluarga,” tulis @csnatasha yang membagikan cerita hidup Heri di akun Instagramnya.
Menjelang siang Heri berjualan berkeliling hingga kawasan ke Pondok Kelapa yang terpaut jarak 8 Km dari Pondok Kopi. Dari foto yang di unggah @csnatasha Heri terlihat renta, raut wajahnya kelelahan dengan setelan baju koko dan celana bahan.
“Kalau bertemu dengan beliau tolong dibeli barang dagangannya ya tapi Beliau memiliki keterbatasan pendengaran dan penglihatan jadi mohon kesabarannya ya,” tutup @csnatasha.





