CIPUTAT – Tim Medis LKC Dompet Dhuafa Ciputat selamatkan pasien balita dengan gizi buruk karena menderita Tongue Tie. Pasien tersebut adalah Dewi Nuranggraini yang berusia 6 bulan, dengan berat badan hanya 3,9 kg sejak usia kelahiran.
Putri kedua dari pasangan Toni Sunandar (37) dan Asminah (35) ini datang ke Klinik LKC Dompet Dhuafa Ciputat dengan menggunakan Ambulance dari Puskesmas Pondok Aren Tangerang Selatan (Tangsel).
Didampingi beberapa petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel dan Puskesmas Pondok Aren, mereka diterima dengan sigab oleh petugas medis Klinik LKC Dompet Dhuafa Ciputat yang akan segera menanganinya.
Toni datang ke Klinik LKC Dompet Dhuafa untuk memeriksakan putri keduanya dalam kondisi berat badan yang sangat memprihatinkan. Saat itu sang bayi langsung diperiksa oleh salah seorang relawan dokter spesialis anak, dr. Asti Praborini, SpA.,IBCLC, hingga akhirnya dr. Asti melakukan tindakan pemotongan (insisi) Tongue Tie.
Dokter Asti menjelaskan, bayi yang menderita Tongue tie umumnya akan mengalami penurunan berat badan, karena kondisi dasar lidahnya melekat pada dasar mulut melalui frenulum (tali lidah) yang tebal, kencang, atau pendek. Kondisi tersebut yang menyebabkan gerakan lidah si bayi menjadi sangat terbatas.
“Tongue Tie ini yang menjadi penghambat bayi menyusui dengan baik, sehingga berpengaruh terhadap berat badannya, hari ini kita lakukan tindakan untuk membebaskan bayi dari tongue tie” terang dr. Asti usai melakukan tindakan kepada Bayi Dewi Nuranggraini di Klinik LKC Dompet Dhuafa, Jum’at (13/11)
Sementara itu salah satu Staf Dinkes Tangsel yang kala itu mengantarkan pasien Dewi untuk mendapatkan penanganan di Klinik LKC Dompet Dhuafa, dr. Tanti Riyanti mengatakan, bahwa ini kali kedua Dinkes Tangsel merujuk pasien dengan menderita Tongue Tie ke Klinik LKC Dompet Dhuafa Ciputat.
Karena ia mengakui bahwa selama ini di Tangsel belum ada tenaga medis yang handal dalam konselor ASI. Sementara untuk tenaga dokter spesialis anak yang ahli untuk menanganinya baru ada di Klinik LKC Dompet Dhuafa.
“Ini Pasien yang kedua, dulu kita pernah merujuk juga dengan kasus yang sama, kebetulan dalam kasus ini bayinya sehat, saya menilainya ada masalah menyusui, nah untuk kasus ini di RSUD. atau rumah sakit lain belum ada konselor yang berjalan seperti klinik laktasinya” ungkap dr. Tanti yang bertugas sebagai Staf Program Gizi Buruk Dinkes Kota Tangsel pada Staf Media LKC Dompet Dhuafa.
Selain itu, ia juga berharap Klinik LKC Dompet Dhuafa dapat bersinergi dengan Dinkes Kota Tangsel dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap warga masyarakat, khususnya warga yang berdomisili di Tangerang Selatan. (gm/mj)





