SURABAYA – Kapal kemanusiaan yang mengangkut puluhan kontainer bantuan beras untuk Afrika diberangkatkan pada Sabtu (29/4/2017) dari Dermaga Keberangkatan Internasional, Terminal Petikemas Surabaya.
Pelepasan bantuan kemanusiaan tersebut dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Saifullah Yusuf dan Presiden Aksi Cepat Tanggap Ahyudin.
Belasan pihak yang terlibat dalam melayarkan Kapal Kemanusiaan pun ikut menaruh telapak tangannya bersamaan di atas bel. Termasuk Direktur Utama PT. Terminal Petikemas Surabaya Yon Irawan, Komisaris PT. Samudera Indonesia Ken Narotama, Presiden Direktur PT. Hydro Perdana Retailindo Syahru Aryansyah, Direktur Utama PT. Sejahtera Mandiri Indotama Sri Eddy Kuncoro, Senior Vice President Group Distribution Program (PT. SMI dan PT. Hydro) Syuhelmaidi Syukur, dan Sekretaris MUI Jawa Timur Ust. Mochammad Yunus Maksum.
Dengan melibatkan banyak pihak, misi Kapal Kemanusiaan tetap satu yakni melayarkan diplomasi kemanusiaan Indonesia jauh sampai Afrika yang tengah dirundung kelaparan.
Hal tersebut menunjukan bahwa kemanusiaan dan empati publik di Indonesia tak bisa lagi dianggap sederhana. Sebab di dalam 40 kontainer itu termuat 1000 ton bantuan beras. Jumlahnya jika ditakar tak main-main, ada 40.000 ribu karung beras yang termuat di 40 kontainer.
Beras tersebut diambil dari bulir-bulir padi terbaik di Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah dan di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Beras itu pun melaju dari Indonesia yang kaya, menuju ke Tanah Afrika yang sedang dirundung kelaparan. Se-kepal demi se-kepal beras dikumpulkan, hanya dalam beberapa pekan terkumpul menjadi se-kapal.
Total 40.000 karung beras dalam 40 kontainer itu adalah pembuktian, bahwa bangsa ini sesungguhnya masih mampu dan mau berbuat lebih untuk membantu. Meski Afrika jauh di ujung sana, tapi empati itu mendekatkan, kemanusiaan itu universal tak mengenal jarak dan batasan apapun.
Dari atas dermaga Terminal Petikemas Surabaya, Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Saifullah Yusuf mengatakan, krisis kemanusiaan di Afrika adalah pekerjaan rumah kemanusiaan.
“ACT sudah melangkah, kita harus kabarkan kepada saudara-saudara yang lain, memperkuat kepedulian kita. Agar target Beras untuk Afrika 10.000 ribu ton bisa terpenuhi sampai sebelum Idul Fitri. Dengan kepedulian ini mungkin Allah akan mencukupi kebutuhan kita, panen kita meningkat. Allah punya rencana kadang kita tidak bisa mengukur,” ungkap Gus Ipul, dikutip dari laman resmi ACT.
Gus Ipul menambahkan tidak sedikit yang bertanya, kenapa mesti jauh ke Somalia?
“Tentu seberapa pun yang kita miliki patut untuk kita sampaikan kepedulian ini sesuai kemampuan masing-masing. Sambil kita tetap memperhatikan saudara-saudara di dalam negeri. Tiga level solidaritas harus dilakukan bersamaan; solidaritas sesama anak bangsa, solidaritas sesama umat Islam, dan solidaritas kemanusiaan,” pungkasnya.





