JAKARTA (KBK) – Di kancah Internasional Indonesia terbilang kejar-kerjaran dengan Malaysia dan Uni Emirat Arab dalam mengembangkan wisata halal. Namun menurut Arif Yahya Menteri Pariwisata bukan kedua negara muslim itu yang ditakuti Indonesia dalam mengembangkan wisata halal.
“Saingan kami justru datang dari Jepang. Negara non muslim itu sangat menjalankan nilai-nilai keislaman seperti kebersihan, ketertiban dan lain sebagainya,” ujar Arif dalam paparannya di acara Rembuk Republik bertema ‘Memaksimalkan Potensi Wisata Halal Indonesia’
Menurut Arif Malaysia belum patut diwaspadai karena kemampuan dalam mengembangkan produk halal masih bisa dikalahkan Indonesia. Begitu juga dengan sepak terjang Uni Emirate Arab yang diyakini Indonesia bisa dibendung.
Namun dikatakan Arif, Jepang sebagai negara maju bisa sangat pintar mengemas suatu produk untuk dijual. Apalagi pada tahun 2020 mendatang negri matahari terbit tersebut bakal kedatangan ribuan hingga jutaan manusia dalam ajang Olimpiade.
“Akan banyak negara-negara muslim yang akan mengirimkan atlet, offisial dan pendukungnya. Itu potensi besar Jepang yang mesti kita waspadai,” terang Arif.
Untuk itu sebagai negara yang memiliki banyak destinasi wisata halal diwajibkan Indonesia mengembangkan wisata halal sejak dini. Jelang Ramadhan mendatang Kemenpar siap mempromosikan Provinsi NTB sebagai destinasi wisata halal yang dikemas menggunakan kedekatan budaya.
“Terlebih NTB merupakan daerah yang keluar sebagai pemenang wisata dunia halal 2015 di Dubai,” jelasnya.





