JAKARTA – Massa peserta Aksi Simpatik 55 yang berkumpul di Masjid Istiqlal, sejak Jumat (5/5/2017) pagi diharapkan dapat menjaga kedamaian selama aksi yang dilakukan untuk mendukung independensi hakim dalam persidangan kasus penodaan agama yang dilakukan Ahok.
Imbauan menjaga ketertiban dan kedamaian pada peserta aksi diberikan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Bachtiar Nasir, melalui maklumat yang dijabarkan dalam keterangan pers nya, sebagai berikut:
Pertama, menjaga kebersihan lingkungan dengan membawa kantong plastik dan membuang sampah di tempatnya. Jangan biarkan secarik kertas pun berserakan dan jaga kebersihan bersama.
kebersihan hati, kebersihan pikiran, kebersihan diri, dan kebersihan lingkungan.
Â
Kedua, berprilaku tertib, baik di jalan, di kendaraan, berlalu lintas dan di tempat-tempat umum. Massa diminta tidak melanggar aturan.
Â
Ketiga, massa diminta menjaga keamanan aksi dan tidak terpancing dengan segala provokasi yang mungkin terjadi.
Â
Keempat, GNPF MUI mengimbau semua pihak menjaga kedamaian dan menjaga diri satu sama lain. Para orator diminta menyampaikan orasi yang damai.
Ia menambahkan jika aksi Simpatik 55 adalah ekspresi umat Islam yang keadilannya merasa terusik akibat tuntutan ringan yang diberikan jaksa penuntut umum (JPU) kepada terdakwa kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama.
Ditegaskannya juga jika GNPF MUI tidak pernah berniat menekan hakim dan peradilan.
“Kami hanya bermunajat kepada Allah SWT di Masjid Istiqlal dan menyampaikan aspirasi kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia, dan setelah itu kami serahkan keputusan kepada yang Mulia Majelis Hakim, dan kami bertawakkal kepada Allah SWT Yang Maha Adil,” tegasnya.





