Daging Impor Membusuk, Libya Rawan Terserang Penyakit

BENGHAZI—Pihak berwenang Libya mewanti-wanti penyebaran penyakit dari daging impor yang membusuk di pelabuhan Benghazi. Pasalnya, daging tersebut sudah tertahan selama berbulan-bulan.

Kota terbesar kedua di Libya tersebut telah menjadi zona perang selama lebih dari setahun. Pasukan pendukung pemerintah resmi yang berbasis di timur terus memerangi kelompok-kelompok Islam. Konflik ini adalah lanjutan dari kekacauan yang melanda Libya setelah tumbangnya Qaddafi.

Daging impor, sayuran dan produk susu yang tersimpan dalam kontainer di pelabuhan tak bisa dikeluarkan karena pelabuhan ditutup sejak November, ketika pertempuran terjadi.

Kontainer itu tidak pernah dikirim ke konsumen. Sebenarnya pekerja pelabuhan menyimpan bahan-bahan itu di lemari es besar di pelabuhan. Namun karena hampir setiap hari terjadi pemadaman, para pekerja akhirnya berhenti. Bau busuk telah menyebar di sekitar pelabuhan dan sangat meresahkan warga.

“Ada banyak kontainer  besar yang penuh ayam, daging atau makanan lainnya,” kata Awad al-Qowriri, seorang pejabat kesehatan di Benghazi, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Selasa (4/8/2015). 

Konflik bersenjata di Libya itu telah mengganggu impor gandum dan makanan ke timur. Kondisi ini memaksa importir membawa makanan melalui Mesir atau Tobruk, pelabuhan kecil di bagian timur Benghazi.
 
Beberapa fasilitas penyimpanan daging di kota juga berhenti bekerja setelah energi listrik tidak tersedia sejak beberapa waktu lalu.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here