SANAA – Pejabat di ibukota Yaman, Sanaa, yang berada dibawah kontrol gerakan bersenjata Houthi, mengumumkan keadaan darurat pada hari Minggu (14/5/2017), setelah mneyebarnya wabah kolera, yang telah menewaskan puluhan orang.
Kementerian kesehatan Yaman meminta organisasi kemanusiaan dan donor bantuan lainnya untuk membantu menangani epidemi ini.
Yaman tersudut karena konflik antara pemberontak Houthi, selaras dengan Iran, dan sebuah koalisi yang didukung oleh Barat, yang dipimpin oleh Saudi. Lebih dari 10.000 orang terbunuh, kebanyakan serangan udara hampir setiap hari, sejak pertempuran dimulai.
Karenanya, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hanya beberapa fasilitas medis yang masih berfungsi dan dua pertiga penduduknya tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman.
Penyakit diare telah menewaskan 51 orang sejak 27 April, Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada hari Kamis, dan 2.752 orang dicurigai melakukan kasus, sementara 58 kasus lagi telah dikonfirmasi.
WHO mengatakan bahwa 7,6 juta orang tinggal di wilayah yang berisiko tinggi tertular kolera. Sekitar 17 juta dari 26 juta orang di Yaman kekurangan makanan dan setidaknya tiga juta anak-anak yang kekurangan gizi akut, demikian dilaporkan Reuters.





