Korban Keracunan Pengungsi di Garut Membludak, RSUD Sempat Kewalahan

Ilustrasi warga keracunan

GARUT – Korban keracunan jadi 166 orang, dari sebelumnya dikabarkan mencapai 120 orang, dan pihak RSUD Garut mengaku sempat kewalahan menerima para korban dan sempat kehabisan ruang.

Humas RSUD Dokter Slamet Garut, Muhammad Lingga Saputra mengatakan meskipun terbatas ruangan,  pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan medis, seluruh pasien diberi infus untuk mengganti cairan tubuh sekaligus mengeluarkan racun.

“Untuk pasien yang belum pulang harus dikuras dengan diinfus biar sisa racunnya keluar, dibuang, makanya harus masuk cairan baru,” katanya, dikutip Antara.

Ia menuturkan, seluruh korban yang mengalami keracunan itu merupakan korban bencana banjir bandang Sungai Cimanuk yang tinggal di tempat pengungsian.

RSUD Garut mulai menerima beberapa pasien yang diduga keracunan makanan tersebut sejak Minggu dini hari, kemudian pasien terus bertambah. Kini setelah berhasil ditangani, 150 sudah boleh pulang dan 10 orang masih dirawat.

Sebelumnya, korban yang merupakan pengungsi bencana banjir bandang Sungai Cimanuk Garut mengikuti kegiatan sosial di tempat pengungsian, Garut Kota, Sabtu (20/5/2017). Selanjutnya, pengungsi makan bersama secara prasmanan yang telah disajikan oleh pihak donatur dalam kegiatan sosial itu.

Beberapa lama kemudian warga mengeluhkan pusing, mual-mual hingga tengah malam warga merasakan sakit perut secara bersamaan di tempat pengungsian.

Advertisement