NUNUKAN – Banjir yang melanda Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mmebuat aktivitas perekonomian, pendidikan serta pemerintahan lumpuh.
Ratusan korban banjir juga masih belum mendapat bantuan logistik dari pemerintah selain pemantauan atau penambahan personel penyelamat dari unsur BPBD serta tenda darurat.
“Ketinggian air 5,73 meter masih melebihi batas normal meski kini turun dari level sebelumnya 5,76 meter,”ujar Sukarnain, staf Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (diskominfotik) Kabupaten Nunukan, dilansir Kabarutara, Rabu (24/5/2017).
Beberapa desa masih terendam, seperti Manuk Bungkul, Tembelenu, dan sejumlah desa yang tak terpantau karena kurangnya sarana.
Sebelumnya Camat Sembakung Zulkifli S.Sos menuturkan banjir sungai Sembakung yang terjadi kali ini merupakan banjir terbesar, Fasilitas umum mengalami kerusakan, demikian pula fasilitas pendidikan, kesehatan, sarana ibadah juga sarana olah raga.





