INGGRIS – Seorang anak perempuan berusia delapan tahun, Saffie Rose Roussos menjadi salah satu korban tewas bom di konser Ariana Grande, Manchester.
Saffie Rose Roussos menjadi korban termuda dari 22 korban sejauh ini dimana ketika terjadinya ledakan ia terpisah dari ibunya Lisa Roussos dan kakak perempuannya Ashlee Bromwich.
Seorang teman tetangga dan keluarga telah mengungkapkan bahwa Lisa tidak tahu putrinya meninggal karena dia saat ini dalam keadaan koma di rumah sakit.
Tetangganya, Salman Patel mengatakan kepada Mail Online, “Saffie telah meninggal dunia dan ibunya, kami mengerti, tidak sadar. Saya berdoa untuk keluarga, sangat memilukan. ” ujarnya, seperti dikutip The Sun.
Pekerja kantor pos tersebut juga mengungkapkan bahwa ayah anak perempuan yang tragis tersebut tidak mengetahui kejadian horor saat ia tiba di Manchester Arena untuk menjemput keluarganya.
Dia berkata, “Dia pergi menjemput mereka dan tiba untuk menemukan istrinya dalam kondisi kritis, anak perempuannya yang lebih tua terluka dan anak perempuannya yang hilang.
Ayahnya sempat berpikir jika Saffie tersesat, dan ternyata ia harus menerma kenyataan jika Saffie benar-benar tersesat selamanya.





