Walhi: KTT Perubahan Iklim di Paris, Momentum Menyelamatkan Bumi

PARIS – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai bahwa Konferensi Parapihak atau “Conference Of Parties” (COP) ke-21 yang dimulai pada 30 November 2015 di Paris, Prancis merupakan momentum untuk menyelamatkan seluruh mahluk bumi dengan menyusun langkah-langkah penurunan emisi secara signifikan.

“Ini momentum yang menentukan setelah Protokol Kyoto dan seluruh pemerintahan dunia harus menentukan langkah signifikan guna menurunkan suhu bumi di bawah 1,5 derajat celsius dari sebelum masa industri,” kata Eksekutif Nasional Walhi, Kurniawan Sabar di Paris, Ahad (29/11/2015).

Ia mengatakan kelompok masyarakat sipil mendesak agar COP 21 Paris menghasilkan kesepakatan yang kuat untuk merumuskan langkah-langkah penurunan emisi.

Selama ini menurut dia, masyarakat sipil menilai Protokol Kyoto terus diperlemah dengan tekanan dari sistem ekonomi politik kapitalistik yang menjadikan isu perubahan iklim sebagai peluang baru bagi korporasi dan negara industri untuk semakin mengakumulasi modal.

“Kelompok pemodal justru dianggap sebagai malaikat khususnya dalam mitigasi perubahan iklim melalui REDD,” ujarnya.

Sementara krisis dunia terus terjadi, penanganan perubahan iklim jalan di tempat dan tidak ada kemajuan yang signifikan. Karena itu, paradigma ekonomi dan pembangunan dunia juga harusnya berubah. – Antara

Advertisement